Sebab, rezeki tidak akan pernah tertukar. Lantas, bagaimana caranya agar kita senantiasa merasa cukup atas rezeki yang diberikan Allah SWT? Selengkapnya detikKultum Habib Ja'far: Rezeki Tak Pernah Tertukar, Maksimalkan Usaha & Doa tonton DI SINI .
Usaha yang kita lakukan jikalaupun gagal pasti akan memberikan hasil positif bagi diri kita. Seperti contoh jika anda gagal dalam melakukan Bisnis Online atau Usaha di Internet maka anda secara tidak langsung menemukan kegagalan dan apa penyebabnya yang dapat anda perhatikan dan anda teliti. Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ " Allah telah mencatat takdir setiap makhluk sebelum 50.000 tahun sebelum penciptaan langit dan bumi ." (HR. Muslim no. 2653, dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash) Dalam hadits lainnya disebutkan, Kesimpulannya, ada beberapa yang perlu kita lakukan (antara usaha dan rezeki) : Menyeimbangkan usaha dan doa; Tidak iri dengan orang lain jika ada yang lebih baik; Selalu menggunakan cara yang halal dalam berusaha ataupun bersaing; Tidak takut dengan adanya saingan; Selalu ikhtiar yang maksimal dengan terus berinovasi dan berusaha yang terbaik1. Pengertian Rejeki; 2. Proses Usaha. usaha yang keras; ketekunan; komitmen; 3. Pengaruh Rejeki Terhadap Usaha. faktor di luar kendali; akses ke peluang; keberuntungan; 4. Menghargai Usaha dan Rejeki. menghargai usaha; menjalankan usaha dengan ikhlas; menerima hasil dengan lapang dada; 5. Memaksimalkan Potensi; 6. Belajar Dari Pengalaman Orang
Ada juga seseorang yang bermalas-malasan, tapi seketika bisa menjadi kaya mendadak. Lantas, apakah benar bahwa rezeki tidak akan tertukar sebagaimana keras usaha seseorang untuk mendapatkannya? Simak informasinya pada artikel di bawah ini.Tidak Semua Hasil Usaha dapat Disebut Sebagai Rezeki. Lalu, apa kah semua hasil usaha bisa disebut sebagai rezeki? Jawabannya adalah b elum tentu. Mungkin sebagian orang akan bertanya-tanya, "Mengapa demikian?" Hal tersebut menurut Ibnu Kholdun, dalam kitab Muqoddimah-nya (hal. 685), karena suatu hasil usaha dapat disebut sebagai rezeki 12Vgr2.