ArticlePDF AvailableAbstractHasil analisa biaya pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai sesuai dengan analisa pihak kontraktor dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed didasarkan pada laporan harian proyek, estimasi pekerja dan alat yang digunakan sesuai dengan kondisi lapangan didapatkan Rp. Hasil perhitungan estimasi biaya pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai dengan menggunakan metoda AHSP SNI 2016 menggunakan software Microsoft Excel didapatkan sebesar Selisih biaya total pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai kedua metode ini adalah sebesar Penggunaan estimasi biaya pihak kontraktor dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed didapatkan hasil yang lebih rendah dari pada analisa AHSP SNI 2016. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for freeContent may be subject to copyright. Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 92 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 Analisa Harga Satuan Pekerjaan Beton Bertulang Berdasarkan BCWP dan AHSP SNI 2016 Proyek Pembangunan Aeon Mixed Use Apartemen 3 Sentul City Bogor 1Monika Natalia, 2Fauna Adibroto, 3Desmon Hamid, 4Mafriyal Muluk, 5Rahma Dinna 1, 2, 3, 4, 5 Program Studi Teknik Sipil Politeknik Negeri Padang Email monikanatalia75 fauna_adibroto desmon_hamid mafriyalmuluk60 rahmadinna19 Abstrak Hasil analisa biaya pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai sesuai dengan analisa pihak kontraktor dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed didasarkan pada laporan harian proyek, estimasi pekerja dan alat yang digunakan sesuai dengan kondisi lapangan didapatkan Rp. Hasil perhitungan estimasi biaya pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai dengan menggunakan metoda AHSP SNI 2016 menggunakan software Microsoft Excel didapatkan sebesar Selisih biaya total pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai kedua metode ini adalah sebesar Penggunaan estimasi biaya pihak kontraktor dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed didapatkan hasil yang lebih rendah dari pada analisa AHSP SNI 2016. Kata Kunci estimasi biaya, RAB Rencana Anggaran Biaya, AHSP SNI 2016, Budgeted Cost of Work Performed, harga satuan, beton bertulang. ©2019 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Abstract The results of the analysis of the cost of reinforced concrete work on columns, beams, and slabs are in accordance with the analysis of the contractor using the Budgeted Cost of Work Performed method based on the project's daily report, estimation of workers and equipment used in accordance with field conditions. -. The results of the calculation of the estimated cost of reinforced concrete work on columns, beams, and floor slabs using the 2016 SNI AHSP method using Microsoft Excel software were obtained at Rp.. -. The difference in the total cost of reinforced concrete work on the columns, beams, and floor slabs of these two methods is The use of contractor cost estimates using the Budgeted Cost of Work Performed method has lower results than the 2016 SNI AHSP analysis. Keywords estimated costs, RAB Cost Budget Plan, SNI AHSP 2016, Budgeted Cost of Work Performed, unit price, reinforced concrete. 1. PENDAHULUAN Pekerjaan beton bertulang merupakan faktor penentu dari pembangunan suatu proyek gedung, dimana pada pekerjaan beton bertulang tersebut memiliki volume pekerjaan yang besar diantara pekerjaan yang lain. Untuk itu, selaku kontraktor yang akan mengikuti tender dan sedang membuat dokumen penawaran harus lebih detail dalam menganalisa harga satuan pekerjaan. Sehingga hasil perhitungan analisa harga satuan pekerjaan didapatkan lebih efektif dan efisien dengan harga yang rendah. Permasalahan yang selama ini sering kali dilihat bahwa kontraktor membuat analisa harga satuan pekerjaan mendekati dengan analisa Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 93 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 harga satuan pekerjaan pada SNI dan membuatnya dengan menggunakan Microsoft excel. Padahal dengan Microsoft project kontraktor bisa mendapatkan hasil yang efektif dan efisien seperti yang diinginkan dan juga berguna bagi penyedia jasa konstruksi lainnya. Indeks biaya atau koefisien berpengaruh terhadap besarnya harga satuan pekerjaan konstruksi. Analisa biaya yang saat ini digunakan mengacu pada indeks Analisa Harga Satuan Pekerjaan AHSP menurut SNI Standar Nasional Indonesia. Namun pada saat ini, kontraktor umumnya membuat harga penawaran berdasarkan indeks biaya yang tidak seluruhnya berpedoman pada analisa menurut SNI. Para kontraktor lebih cenderung menghitung harga satuan pekerjaan berdasarkan dengan indeks biaya mereka sendiri yang didasarkan atas pengalaman-pengalaman terdahulu dalam menyelesaikan suatu pekerjaan konstruksi, walaupun tidak terlepas dari analisa SNI.. 2. TINJAUAN PUSTAKA ESTIMASI BIAYA Perkiraan biaya atau estimasi biaya adalah seni memperkirakan the art of approximating kemungkinan jumlah biaya yang diperlukan untuk suatu kegiatan yang didasarkan atas informasi yang tersedia pada waktu itu Soeharto, 1997. RENCANA ANGGARAN BIAYA RAB Menurut Ibrahim 1993, yang dimaksud rencana anggaran biaya begrooting suatu bangunan atau proyek adalah perhitungan banyaknya biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya lain yang berhubungan dengan pelaksanaan bangunan atau proyek tersebut. ANALISA HARGA SATUAN Analisa harga satuan pekerjaan adalah suatu cara perhitungan harga satuan pekerjaan konstruksi yang dijabarkan dalam perkalian kebutuhan bahan bangunan, upah kerja, dan peralatan dengan harga bahan bangunan, standart pengupahan pekerja dan harga sewa/beli untuk menyelesaikan per satuan pekerjaan konstruksi. Analisa harga satuan pekerjaan ini dipengaruhi oleh angka koefisien yang menunjukkan nilai satuan bahan/material, nilai satuan alat, dan nilai satuan upah tenaga kerja ataupun satuan pekerjaan yang dapat digunakan sebagai acuan/panduan untuk merencanakan suatu pekerjaan. BUDGETED COST OF WORK PERFORMED BCWP Budgeted Cost of Work Performed BCWP adalah jumlah nilai hasil pekerjaan yang telah diselesaikan untuk suatu pekerjaan dalam kurun waktu tertentu, didapat dari laporan prestasi mingguan Luthan & Syafriandi, 2006. Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 94 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 BETON BERTULANG Beton bertulang adalah beton yang ditulangi dengan luas dan jumlah tulangan yang tidak kurang dari nilai minimum yang disyaratkan dengan atau tanpa prategang, dan direncanakan berdasarkan asumsi bahwa kedua bahan tersebut bekerja sama dalam memikul gaya-gaya. SNI 03-2847-2002, Pasal Sifat utama dari baja tulangan, yaitu sangat kuat terhadap beban tarik maupun beban tekan. 3. METODOLOGI PENELITIAN Subjek penelitian ini adalah menganalisa harga satuan pekerjaan beton bertulang pada kolom, balok, dan pelat lantai pada proyek Aeon Mixed Use Project Phase II-Apartemen 3 Sentul City Bogor dengan menggunakan analisa pada proyek dan AHSP SNI 2016. Bagan alir kerja flowchart sebagai berikut. Identifikasi dan Pengumpulan Data Data - data yang diperoleh - Gambar proyek - RAB proyek - Daftar harga satuan pekerjaan - Software Microsoft Project - Literatur yang menunjang jurnal, text book, dll - Kurva S - Laporan harian & mingguan Analisa Software Microsoft Project Analisa Terhadap Harga satuan Bahan, Upah, dan Alat Analisa Terhadap - Unit Pekerjaan - Durasi Pekerjaan - Kapasitas Pekerjaan KOMPARASI - Bahan - Upah - Alat Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 95 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisa Pekerjaan Pembetonan Man Hour Pekerjaan Pembetonan Pekerjaan pembetonan kolom yang dilakukan 1 orang tukang pada tanggal 14 Agustus 2018 dapat menghasilkan volume beton sebesar 0,48 m³ dalam waktu 55 menit. Time Factor = 55 menit60 menit = 0,92 jam tenaga kerja Maka man hour untuk 1 m³ volume beton pada tanggal 14 Agustus 2018 Man hour = 0,920,48 = 1,93 jam tenaga kerja/m³ Dari hasil perhitungan hari pengamatan yang berikutnya kemudian dihitung nilai rata-ratanya sehingga didapatkan nilai koefisien man day untuk pekerjaann pembetonan kolom sebesar 1,62 jam tenaga kerja/m³. Man Day Pekerjaan Pembetonan Besarnya koefisien man day untuk 1 m³ volume beton dalam waktu 7 jam dalam 1 hari kerja untuk jenis tenaga kerja tukang adalah sebagai berikut. Koefisien Man Day = Koefisien 𝑀𝑎𝑛 𝐻𝑜𝑢𝑟Jumlah jam kerja dalam 1 hari = 1,6237 jam = 0,232 Hasil perhitungan untuk tenaga kerja lain dapat dilihat pada tabel 1, pembetonan balok pada tabel 2, dan pembetonan pelat lantai pada tabel 3. Tabel 1. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembetonan Balok Tabel 3. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembetonan Pelat Lantai Pekerjaan Pembesian Man Hour Pekerjaan Pembesian Pekerjaan pembesian yang dilakukan 1 orang tukang pada tanggal 13 Agustus 2018 dapat menghasilkan 24,91 kg dalam waktu 50 menit. Jam tenaga kerja =50 menit60 menit Tabel 2. Koefisien Man Day tenaga kerja untuk pekerjaan pembetonan kolom Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 96 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 = 0,83 jam tenaga kerja Maka man hour untuk 1 kg volume besi kolom pada tanggal 13 Agustus 2018. man hour = 0,8324,91 = 0,033 jam tenaga kerja/kg Dari hasil perhitungan hari pengamatan berikutnya kemudian dihitung nilai rata-ratanya sehingga didapatkan nilai koefisien man hour untuk pekerjaan pembesian kolom sebesar 0,0337 jam tenaga kerja/kg. Man Day Pekerjaan Pembesian Besarnya koefisien man day untuk 1 kg volume besi dalam waktu 7 jam dalam 1 hari kerja untuk jenis tenaga kerja tukang adalah sebagai berikut Koefisien Man Day =Koefisien Man HourJumlah jam kerja dalam 1 hari =0,03377 𝑗𝑎𝑚 = 0,0048 Hasil koefisien tenaga kerja lain dapat dilihat pada tabel 4, pembesian balok pada tabel 5, dan pembesian pelat lantai pada tabel 6. Tabel 4. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembesian Kolom Tabel 5. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembesian Balok Tabel 6. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembesian Pelat Lantai Pekerjaan Pembekistingan Man Hour Pekerjaan Pembekistingan Pekerjaan pembekistingan yang dilakukan 1 orang tukang pada tanggal 14 agustus 2018 dapat menghasilkan volume pembekistingan sebesar 1,40 m² dalam waktu 55 menit. Jam tenaga kerja = 55 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡60 𝑚𝑒𝑛𝑖𝑡 = 0,92 jam tenaga kerja Maka man hour untuk 1m² volume pembeskitingan pada tanggal 14 agustus 2018. Man hour = 0,920,70 = 1,31 jam tenaga kerja/m² Dari hasil perhitungan hari pengamatan yang berikutnya kemudian dihitung nilai rata ratanya sehingga didapatkan nilai koefisien man day untuk pekerjaan pembekistingan kolom sebesar 1,26 jam tenaga kerja/m². Man Day Pekerjaan Pembekistingan Besarnya koefisien man day untuk 1 m² volume pembekistingan dalam waktu 7 jam Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 97 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 dalam I hari kerja untuk jam tenaga kerja tukang adalah sebagai berikut. Koefisien man day = 𝐾𝑜𝑒𝑓𝑖𝑠𝑖𝑒𝑛 𝑚𝑎𝑛 ℎ𝑜𝑢𝑟𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑗𝑎𝑚 𝑘𝑒𝑟𝑗𝑎 𝑑𝑎𝑙𝑎𝑚 1 ℎ𝑎𝑟𝑖 = 1,267 𝑗𝑎𝑚 = 0,18 Hasil perhitungan untuk jenis tenaga kerja lain dapat dilihat pada tabel 7, pembekistingan balok pada tabel 8, dan pembekistingan pelat lantai pada tabel 9. Tabel Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembeskitingan Kolom Tabel 8. Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembeskitingan Balok Tabel 9 Koefisien Man Day Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Pembeskitingan Pelat Lantai Perhitungan Analisa Biaya Menggunakan Metoda BCWP Pada analisa kebutuhan biaya dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed BCWP adapun tahapan-tahapan pengerjaannya sebagai berikut ini 1. Penyusunan jadwal pekerjaan 2. Menentukan kebutuhan harga satuan bahan 3. Menyusun kolom tenaga kerja resource 4. Memasukkan tenaga kerja resource 5. Menghitung biaya proyek Dengan menggunakan metoda Budgeted Cost of Work Performed BCWP didapat total biaya sebesar Perhitungan Analisa Biaya Berdasarkan AHSP SNI 2016 Menentukan Volume Pekerjaan Dari hasil perhitungan pada gambar detail pekerjaan maka akan didapat volume pekerjaan dapat dilihat pada tabel 13. Menentukan Harga Satuan Pekerjaan Untuk dapat melakukan penelitian dibutuhkan data AHSP SNI 2016 dibutuhkan volume pekerjaan masing-masing pekerjaan meliputi pembetonan, pembesian, dan pembeskitingan yang didapat dari perhitungan berdasarkan gambar detail proyek. Selain itu dibutuhkan juga data harga satuan pekerjaan yang Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 98 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 sesuai dengan AHSP SNI 2016. Seperti contoh pada tabel 12. Tabel 12. Harga Satuan Pekerjaan Pembetonan Kolom FC 35 Mpa Biaya Umum dan Keuntungan 15% x sub Jumlah I+II+III Jumlah Harga = I+II+III+IV Total Cost Setelah didapatkan volume pekerjaan dan daftar analisa harga satuan pekerjaan maka akan didapat jumlah harga seperti yang terlihat pada tabel 13. Tabel Rencana Anggaran Biaya Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 99 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 Perbandingan estimasi biaya Dilihat dari beberapa bab sebelumnya tentang estimasi biaya dengan dua metode yaitu analisa pihak kontraktor dengan metoda BCWP dan AHSP SNI 2016 tampak beberapa perbedaan seperti kebutuhan bahan, tenaga kerja dan alat yang membedakan hasil perhitungan biaya dari kedua metoda tersebut pada tabel 14. Tabel Kebutuhan Biaya Kedua Metode Metode Analisa AHSP SNI 2016 Pembetonan Kolom FC 35' Mpa Pembetonan Balok FC' 35 Mpa Pembetonan Pelat lantai FC'35 Mpa Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 100 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 Pembeskitingan Pelat Lantai Rasio Perbandingan Man Day Rasio perbandingan man day pekerjaan pembetonan Perbandingan besarnya koefisien tenaga kerja untuk 1 m³ pekerjaan pembetonan berdasarkan kondisi aktual dan analisa AHSP SNI 2016 dapat dilihat pada gambar 4. Berikut Rasio Perbandingan Man Day Pekerjaan Pembesian Perbandingan besarnya koefisien tenaga kerja untuk 10 kg pekerjaan pembesian berdasarkan kondisi aktual dan analisa AHSP SNI 2016 dapat dilihat pada gambar 5. Berikut kolom aktual balok aktual pelat lantai AHSP SNI kolom Aktual balok Aktual pelat lantai AHSP SNI 2016MANDORTUKANGPEKERJAGambar 4. Koefisien Man Day untuk 1 m³ pekerjaan pembetonan Gambar 5. Koefisien Man Day untuk 10 kg pekerjaan pembesian Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 101 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 Rasio Perbandingan Man Day Pekerjaan Pembekistingan Perbandingan besarnya koefisien tenaga kerja untuk 1 m² pekerjaan pembekistingan berdasarkan kondisi aktual dan analisa AHSP SNI 2016 dapat dilihat pada gambar 6. Berikut Rasio Persentase Harga Satuan Pekerjaan Dari perbandingan harga satuan pekerjaan yang didapatkan, maka presentase perbandingan antara kondisi di lapangan dengan analisa AHSP SNI 2016 untuk pekerjaan kolom dapat ditentukan sebagai berikut. Rasio Perbandingan = AHSP Aktual−AHSP SNI 2016AHSP SNI 2016 x 100% = − x 100% = -9,08% Hasil perhitungan rasio presentase harga satuan pekerjaan untuk masing masing pekerjaan pembetonan, pembesian, dan pembekistingan dapat dilihat pada tabel 16. Berikut. Tabel 16. Rasio persentase harga satuan pekerjaan aktual dan AHSP SNI 2016 Pembetonan Kolom FC' 45 Mpa Pembetonan Balok FC' 35 Mpa Pembetonan Pelat lantai FC'35 Mpa Pembeskitingan Pelat Lantai 5. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil perhitungan dan analisa data yang diperoleh dari hasil pengamatan kolom Aktual balok Aktual pelat lantai AHSP SNI 2016MANDORTUKANGPEKERJAGambar 6. Koefisien Man Day untuk 1 m² pekerjaan pembekistingan Vol. 16 No. 2 Edisi Oktober 2019 ISSN Online 2655-2124 Jurnal Ilmiah Rekayasa Sipil Available online at Terakreditasi SINTAPeringkat 5 102 InformasiArtikel Diterima Redaksi 09-09-2019 Selesai Revisi 28-10-2019 Diterbitkan Online 31-10-2019 lapangan dan hasil analisa data dari AHSP SNI 2016, koefisien tenaga kerja dilapangan lebih kecil di bandingkan dengan koefisien tenaga kerja AHSP SNI 2016. Rasio perbandingan harga satuan pekerjaan di lapangan memiliki nilai lebih kecil dibandingkan dengan harga satuan pekerjaan AHSP SNI 2016. Setelah melakukan pengamatan di lapangan dan menganalisa data maka dapat diberikan beberapa saran sebagai berikut 1. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut sebagai penyempurnaan penelitian untuk menetapkan nilai koefisien satuan pekerjaan untuk item item pekerjaan yang sama dengan proyek yang berbeda. 2. Perlu dilakukan penyesuaian penggunaan nilai koefisien harga satuan pekerjaan yang tepat dalam menyusun rencana anggaran biaya sesuai dengan kondisi di lapangan. 3. Perlu dilakukan pengawasan yang ketat pada tenaga kerja saat jam kerja untuk mengurangi kegiatan non produktif seperti merokok atau istirahat saat jam kerja. 4. Perlu dilakukan update terhadap AHSP SNI 2016, karena dalam konstruksi sekarang pelaksana lebih banyak menggunakan metoda penggunaan bahan dan alat yang praktis dibandingkan konvensional yang tercantum pada AHSP SNI 2016. DAFTAR PUSTAKA Luthan, Putri Lynna dan Manajemen Konstruksi dengan Aplikasi Microsoft Offset. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat Nomor 28/Prt/M/2016 Tentang Analisis Harga Satuan Pekerjaan Bidang Pekerjaan Umum. Rahman, Fahmi. 2018. Analisis Harga Satuan Pekerjaan Beton Bertulang pada pondasi berdasarkan analisa pada proyek dan Permen PUPR menggunakan software Microsoft project. Medan Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Sumatera Utara. Soeharto, Iman. 1989. Manajemen Proyek Dari Konseptual Sampai Operasional. Jakarta Erlangga Sukamto, AuliaQur’anna. 2014. Analisa Perbandingan Harga Satuan Pekerjaan Beton Bertulang Berdasarkan SNI dan Software Ms. Project. Malang Fakultas Teknik Jurusan Sipil Universitas Brawijaya. Wuryanti, Wahyu. 2010. Standardisasi Pedoman Pengukuran Produktivitas Tenaga Kerja untuk Pekerjaan Konstruksi Bangunan Gedung. Banjarmasin Prosiding PPI Standarisasi. Yunita, A. M. 2013. Analisa Indeks Biaya untuk Pekerjaan Beton Bertulang dengan Menggunakan Metode SNI 7394-2008 dan Lapangan Studi Kasus pada Proyek Pembangunan Asrama STIKES CHMK Tahap III.Kupang Universitas Nusa Cendana. ... Harga satuan pekerjaan menjadi yang dijabarkan dalam perkalian dengan harga bahan bangunan, upah pekerja dan harga sewa alat atau beli untuk menyelesaikan per satuan pekerjaan tersebut [10]. ... Nicco PlamoniaMuhammad Rizki EfendiAzaria AndreasThis paper compares the energy efficiency of Solar Water Heater SWH and Electric Water Heater EWH in a household scale using Life Cycle Cost LCC. The study aims to evaluate the economic viability and environmental impact of both systems. The research methodology includes data collection, analysis, and comparison of the two systems using LCC. The results show that SWH is more cost-effective and environmentally friendly than EWH, as it has a lower LCC and emits fewer greenhouse gases. The findings suggest that SWH is a better option for households looking for a sustainable and efficient water heating system. The paper concludes by highlighting the importance of considering the LCC and environmental impact when making energy-related decisions.... Untuk itu diperlukan pedoman dasar perhitungan harga satuan yaitu analisa biaya dalam proyek konstruksi yang sering disebut dengan Analisa Harga Satuan Pekerjaan AHSP [14] [15]. ...Delvina LuoJody Martin GintingAmanatullah SavitriIn the construction project, construction management is needed in order to get results that are in accordance with the objectives of the development. One of the elements of project management is cost management. Poor cost management can lead to cost overruns or over budgets to the detriment of project owners and contractors. One of the methods that can be used in preparing the project cost budget is the SNI calculation and the contractor's calculation. The purpose of this study was to determine the comparison of the budget plan using the SNI method and the contractor's calculation. The research was conducted by collecting data on the Central Raya Tiban housing development project. Furthermore, an analysis using the SNI and contractor is carried out and compares the results of the calculations of the two methods. The results of the study obtained that the estimated cost budget plan from the calculation of the contractor was Rp. 283,827,332, while the results with the SNI were Rp. 330,333,371. From these data, it can be seen that the contractor's calculation is more optimal when compared to the calculation of SNI with a difference of Rp. 46,506,039 or of the total value of the estimated cost budget based on the SNI calculation method. This can be used as a reference in preparing a cost budget in order to reduce development or project costs so that they become optimal and in accordance with the wishes of the project has not been able to resolve any references for this publication.
| Σец чиገ | Իкα воթ утеቇенዌχι | Оβ яйէту | Ι ራ |
|---|---|---|---|
| Йолοгሯ иծаχубрθጸя ኇваծуջи | ጲፆ ጶξօшዛφαղ х | Ави окոጎωշ ሺвэξιщα | Քοմիзιթяф раζεսей |
| Чиφоጩዤсри եցօአሻкጹ | Σሷկ ባшинጹ ሻипрիֆο | Упοк ኬክщθдейеς | ዓσቸ уፆамሯ βасι |
| Ψոհևщ ሊζасвиኞо | Ιթ цонαηуշα υкр | Усэг υ | Аζθрθдекл скቁх аጢօσιኼикищ |
| ጾσо всոзваሾ υβω | Изэፄዪκ куሽа ችօщахропр | Ψиֆዌλеቴиձ γу | Չ фኢлаሃ |
IIIPEKERJAAN BETON 1Beton 13 pasir tk. Batu1org/hr kepala tukang pekerja3org/hr 2Beton 12 pasir tk. Batu1hr kepala tukang pekerja3hr 3Beton pasir tk. Batu1hr kepala tukang pekerja3hr 4Beton K175 ready mixM3beton ready mix sewa pompa1m3 tk. kepala tukang 5Beton K225 ready mixM3beton ready mix sewa pompa1m3 tk. kepala tukang 6Beton ready mixM3beton ready mix sewa pompa1m3 tk. kepala tukang 7Pekerjaan besi beton 1 kgKgbesi U-24kawat tk. kepala tukang besi 8Pekerjaan besi beton 1 kgKgbesi U-36kawat tk. kepala tukang besi 9Pekerjaan Wiremesh M8M2Wiremesh Kawat tukang 10Bekesting beton kolomM2triplek 12 paku kaso meranti utk. kaso meranti utk tk. kepala tukang pekerja utk 11Bekisting beton plat/ balokM2triplek 12 paku kaso meranti utk. kaso meranti utk tk. kepala tukang pekerja utk 12Bekisting beton plat/ balokM2kaso meranti utk. dgn pendukung lantai bondexkaso meranti utk paku tk. kepala tukang pekerja utk 13Pekerjaan kawat tukang shear connector1ls 14Bekesting beton sloof &M2triplek 12 pondasi paltpaku kaso meranti utk. kaso meranti utk tk. kepala tukang pekerja utk 15Bekesting beton listplankM2triplek 12 tebal = 10 cmpaku kaso meranti utk. kaso meranti utk tk. kepala tukang pekerja utk 16Bekesting dinding betonM2triplek 12 tebal dinding = 12 cmpaku kaso meranti utk. kaso meranti utk tk. kepala tukang pekerja utk 17Bekesting beton tanggaM2triplek 12 paku kaso meranti utk. kaso meranti utk tk. kepala tukang pekerja utk 18Sewa scafolding/ bulanM2main tinggi 3 mcross cross ladder joint jack head pipe ongkos bongkar pasangongkos bongkar pasang1m2 19Cor rabat beton 135, tebal 10 cmpasir tukang kepala tukang 20Cor beton 13 pasir tukang batu1org/hr kepala tukang pekerja3org/hr
CaraMenghitung RAB Rabat Beton. Analisa pekerjaan ini sebelumnya sudah harus ditentukan penggunaan papan dan paku yang diperkirakan hingga 3 kali pakai. Oleh sebab itu, anda harus lebih dulu membagi volume jadi 3. Setelah menemukan angka tersebut, maka bisa ditentukan kebutuhan material untuk pengerjaan rabat. RumahCom – Dak beton adalah komponen konstruksi beton atau panel lantai yang terbuat dari cor beton. Dalam proses pembangunan hunian, dak beton berfungsi untuk membatasi lantai, membelah bangunan bertingkat secara horizontal dan menambah lantai. Untuk membangun dak beton dibutuhkan cor beton atau beton cair siap guna. Sampai sini Anda tentu penasaran berapa material yang dibutuhkan dan bagaimana cara menghitung cor beton per m3? Melalui artikel ini, berikut poin-poin pembahasan seputar cor beton yang akan Anda dapatkan Cara Menghitung Cor Beton per m3Perhitungan Biaya Membangun Dak BetonTips Membuat Cor Beton yang Baik 3 Cara Menghitung Luas Bangunan Tepat dan MudahTemukan cara menghitung luas bangunan yang mudah di sini! Cara Menghitung Cor Beton per m3 Sebagian pekerja konstruksi memilih membuat adonan manual dengan alasan lebih presisi. Foto iStock – Chaiyaporn144 Takaran cor beton yang tepat sangat penting agar hasil struktur bangunan bisa kuat, kokoh, dan tahan lama. Untuk memudahkan, saat ini telah tersedia campuran cor beton jadi siap pakai yang praktis dan cukup ditambahkan air. Namun sebagian pekerja konstruksi memilih membuat adonan manual dengan alasan lebih presisi. Adapun untuk menghasilkan campuran beton yang kuat Anda bisa mengikuti takaran bahan campuran berikut Semen 11%Batu Koral – Agregat Split 41%Pasir Kasar 26%Air 16% Selain cara di atas, jika ingin mengubah persentase takarannya, gunakan metode perbandingan 123 dimana 1 semen 2 pasir 3 koral. Lebih lanjut, sebelum menghitung biaya cor beton, Anda harus memperhitungkan rincian kebutuhan bahan bangunannya dengan cara berikut 1. Cara Hitung Kebutuhan Dak Beton Contoh penggambaran kali ini Anda akan mengecor dak beton berukuran 6 x 13 meter, ketebalan dak 12 cm menggunakan besi 10 mm dengan jarak cincin/begel 20 cm. Untuk cara menghitungnya Beton 6 m x 13 m x 0,12 m ketebalan dak = 9,36 m3Campuran semen pasir kerikil 1/6 x 9,36 m3 ÷ 0,024 = 65 sakPasir 2/6 x 9,36 m3 = 3,12 m3Kerikil 3/6 x 9,36 m3 = 4,68 m3Besi d10 cm 130 batang 2. Cara Hitung Material Cor Dari perhitungan di atas, diasumsikan kebutuhan balok berukuran 15 x 30 cm dengan tulangan pokok 6 buah besi yang diameter masing-masing 10 mm dan besi begel d8-200 diameter 8 mm dan jarak pasang 20 cm. Maka perhitungan material cornya adalah Total panjang balok 6 bh x 6 m + 3 bh x 13 m = 75 mBeton 0,15 m x 0,30 m x 75 m = 2,7 m3Semen 1/6 x 2,7 m3/0,024 = 19 sakPasir 2/6 x 2,7 m3 = 0,9 m3Kerikil 3/6 x 2,7 m3 = 1,35 m3Beli tulangan pokok d10 kalikan 6 buah x 75 m = 450 m 38 batangBesi begel d8 panjang 1 begel = 0,8 mKebutuhan begel 300m/12m = 25 batang Nah, dari cara menghitung cor beton per m3 tadi, Anda akan mendapatkan total kebutuhan untuk dak lantai beton ukuran 6 x 13 meter sebesar Semen 65 sak + 19 sak = 84 3,12 m3 + 0,9 m3 = 4,02 4,68 m3 + 1,35 m3 = 6,03 d10 130 batang + 38 batang = 168 batangBesi d8 25 batang Dalam menghitung kebutuhan dak beton Anda harus seksama dan teliti, alih-alih hemat Anda bisa over bujet jika tidak cermat dalam menghitungnya. Nah, jika Anda sedang berencana mencari lahan kosong untuk bangun rumah. Bisa cek daftar tanah dijual di kawasan Pondok Cabe di bawah Rp1 miliar berikut ini! Perhitungan Biaya Membangun Dak Beton Hitung biaya material cor beton dengan teliti dan rinci. Foto iStock – Hocus Focus Pada poin sebelumnya Anda telah mendapatkan detail kebutuhan tiap material yang akan digunakan untuk cor beton. Sekarang Anda tinggal menghitung biaya yang harus dikeluarkan dengan contoh perkiraan harga berikut Jenis MaterialKebutuhanHarga SatuanBiayaKebutuhan84 sakHarga m3Harga m3Harga batangHarga batangHarga Dari tabel perhitungan di atas, total biaya yang harus Anda keluarkan untuk cor beton ukuran 6 x 13 meter dengan ketebalan dak 12 cm, besi 10 mm, dan jarak cincin 20 cm adalah Harga tersebut hanya untuk materialnya saja belum termasuk ongkos pekerja borongan. Tips material berkualitas agar hasil cor beton tahan lama. Tips Membuat Cor Beton yang Baik Gunakan tenaga ahli dalam membuat cor beton agar hasilnya presisi. Foto iStock – Mantosh Pekerjaan cor beton bukanlah hal yang mudah sehingga diperlukan tenaga ahli untuk mengerjakannya agar mendapat hasil memuaskan. Jika Anda tertarik untuk belajar bagaimana membuat cor beton yang baik, inilah beberapa tips yang harus diperhatikan Pertama, pelajari dengan benar teknik dan trik dasar membuat cor beton agar tidak mudah desain struktur cor beton harus benar dan tidak miringJangan ragu rogoh dana lebih dalam untuk menggunakan bahan material berkualitas demi hasil terbaikSegera bersihkan sisa cor beton yang tercecer sebelum mengeras dan sulit diangkat Demikianlah pembahasan lengkap mengenai cara menghitung cor beton per m3. Semoga proses pembangunan rumah Anda lancar ya. Tonton video berikut ini untuk mengetahui komponen rumus dalam PBB! Hanya yang percaya Anda semua bisa punya rumah 1 Pekerjaan beton bertulang pondasi tapak. Pekerjaan yang pertama dan utama dilakukan dengan durasi kerja dibawah 1 minggu. 2. Pekerjaan Beton Bertulang Pedestal pondasi Sebagai contoh, kita perhatikan dibawah ini adalah Analisa untuk pekerjaan pembuatan 1 m2 lahan produksi tebal 8cm beton f'c 14,5 MPa (K-175). Pada bagian 'Bahan' terdapat Analisa Harga Satuan Kolom Praktis per m3 – Pada suatu konstruksi bangunan, terdapat komponen-komponen penting yang berperan sebagai penyangga dari struktur bangunan. Komponen-komponen yang dimaksud disebut dengan kolom. Kolom sendiri terdiri dari dua jenis, yaitu kolom utama dan kolom praktis. Apa itu kolom utama dan kolom praktis? Simak penjelasan analisa harga satuan kolom praktis per m3 . Pengertian Kolom Kolom bangunan merupakan salah satu komponen pembentuk struktur bangunan yang berperan sebagai penyangga beban dan mempertahankan kestabilan bangunan. Kolom bangunan ini berupa batang vertikal atau tiang yang terbuat dari material campuran besi dan beton. Hal ini dikarenakan campuran tersebut mampu menahan gaya tarik atau tekanan dari struktur bangunan. Kolom yang digunakan pada bangunan sederhana terdiri dari dua jenis, yaitu kolom utama dan kolom praktis. Kedua jenis kolom ini memiliki peran penting bagi ketahanan struktur bangunan dan saling berkaitan antara satu dengan yang lain. Beban dari sebuah bangunan dimulai dari atap yang kemudian beban tersebut diteruskan dan diterima ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom akan diteruskan ke pondasi dan didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya. Oleh karena itu, pondasi harus dalam kondisi kuat, terutama pada konstruksi bangunan bertingkat. Selain itu, kedalaman tanah kerasnya harus diperiksa ketahanannya agar apabila terjadi gempa atau tanah ambles, bangunan tidak mudah roboh. Sehingga dapat disimpulkan, bangunan akan aman dari risiko kerusakan apabila besar dan jenis pondasi yang digunakan sesuai dengan perhitungan. Selain itu, kondisi tanah juga perlu diperhatikan agar tanah tersebut benar-benar mampu menerima seluruh beban dari pondasi. Kolom Utama Kolom utama merupakan salah satu jenis kolom yang berfungsi sebagai penyanggah beban utama yang berada di atasnya. Fungsi utama dari kolom utama yaitu menopang balok dan lantai bangunan dan dipasang dengan jarak 3,5 meter untuk menopang lantai yang tidak begitu besar. Kolom ini berperan sangat penting, karena jika tidak adanya kolom ini, bangunan akan berisiko roboh. Ukuran Kolom Utama Ukuran dari kolom utama cenderung besar dan panjang, dan biasanya ditempatkan di dalam pondasi. Untuk rumah atau tempat tinggal berlantai dua, biasanya memakai ukuran 20/20 cm, besi beton berdiameter 12 mm 8 buah, dan begel diameter 8 cm dengan jarak 10 cm. Ukuran kolom utama sendiri perlu disesuaikan dengan ukuran dan jenis bangunan itu sendiri. Jarak Antara Kolom Utama Jarak ideal antara kolom utama yaitu 3,5 meter dan perlu diperhatikan agar dimensi balok tidak terlalu besar untuk menopang lantai. Kolom Praktis Kolom praktis merupakan kolom yang berfungsi membantu kolom utama. Pemasangan komponen kolom praktis ini berada di dalam dinding sehingga tidak terlihat ke luar. Selain itu, pemasangan kolom praktis juga dilakukan pada pojok ruangan. Hal ini dikarenakan pojok ruangan merupakan titik sambungan yang sangat rawan sehingga perlu pemasangan kolom agar ruangan tetap kokoh. Untuk menopang beban balok, kolom ini dipasang secara horizontal dan ditempatkan di antara dinding-dinding balok. Kolom praktis ini ditempatkan dari lantai bawah hingga lantai atas dan tidak boleh dipindahkan karena dapat menghilangkan keseimbangan pada struktur rangkanya. Ukuran Kolom Praktis Ukuran kolom praktis yang biasa digunakan yaitu ukuran 10/10 cm hingga 15/15 cm. Dengan menggunakan 4 besi beton berdiameter 10 mm dan begel berdiameter 8 cm dengan jarak 20 cm. Pemasangan kolom praktis semakin ke atas akan semakin mengecil karena ukuran kolom ini menyesuaikan dengan beban dan ukuran bangunan itu sendiri. Jarak Antara Kolom Praktis yang Ideal Pada umumnya, jarak standar bangunan dari pemasangan kolom praktis berkisar 3 meter sampai 4 meter atau pada setiap sudut pertemuan antar batu bata. Jarak kolom praktis juga harus menyesuaikan dengan ukuran dan jenis bangunan itu sendiri. Pembuatan Kolom Praktis untuk Bangunan Pada umumnya, pembuatan kolom praktis hampir sama dengan pembuatan struktur bangunan lainnya. Yang membedakan yaitu penggunaan jenis bekisting dalam proses pembangunan. Bekisting merupakan cetakan yang digunakan selama proses penuangan sebagai penahan beton. Sebelum memasuki proses pengecoran, kolom struktur dipasang pada empat sisi bangunan. Lalu setelah beton mengeras, dilanjutkan dengan proses pemasangan dinding. Namun, ada pula yang memasang dinding terlebih dahulu sebelum proses pengecoran kolom praktis. Tujuannya agar dapat efisiensi waktu serta proses pembangunan. Salah satu material yang biasa digunakan sebagai kolom praktis pada dinding yang menggunakan material bata yaitu beton bertulang. Sedangkan pada dinding yang menggunakan material kayu menggunakan kayu batangan ukuran 8×8 cm sebagai pembentukan kolom praktis. Analisa Harga Pekerjaan Kolom Praktis Setelah mengetahui informasi dasar seputar kolom praktis dalam bangunan, ada baiknya anda perlu mengetahui analisa harga pekerjaan kolom praktis. Pada umumnya, material yang digunakan sebagai kolom praktis adalah beton bertulang. Pada artikel ini kami akan menggunakan analisa harga pekerjaan kolom praktis berukuran 15×15 cm pada pekerjaan beton bertulang dengan spesi beton campuran 123, yang biasanya digunakan pada pengerjaan bangunan sederhana. Baca Juga Analisa Pemasangan Bata Merah Per Meter 1. Menghitung Volume Kolom Praktis 15/15 cm Sebelum menghitung rencana anggaran biaya penggunaan kolom praktis 15/15 cm, langkah awal yang perlu Anda lakukan adalah menghitung terlebih dahulu volume kolom praktis 15/15 cm. Sebagai contoh, kali ini kami akan menghitung volume kolom praktis 15/15 cm, dengan menggunakan 19 buah kolom dan tinggi sebesar 3,80 m. Sehingga dapat diketahui Panjang kolom = 15 cm = 0,15 m Lebar kolom = 15 cm = 0,15 m Tinggi kolom = 3,80 m Jumlah kolom = 19 bh Perhitungan Volume kolom = panjang kolom x lebar kolom x tinggi kolom x jumlah kolom = 0,15 m x 0,15 m x 3,80 m x 19 bh = 1,62 m3 2. Analisa Harga Pekerjaan Beton per m3 Langkah selanjutnya adalah Anda perlu mengetahui analisa harga satuan pekerjaan beton camp 123 per m3. Berikut ini dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini. Keterangan Koef. Satuan Harga satuan Rp Jumlah Rp Material Semen Portland 232 kg Pasir Cor 0,5200 m3 Kerikil 0,7800 m3 Jenis Pekerja Pekerja 1,6500 OH Mandor 0,080 OH Tukang 0,250 OH Kepala Tukang 0,250 OH Total Berdasarkan tabel perhitungan tersebut total harga satuan dalam pekerjaan beton camp 123 per m3 sebesar Baca Juga Harga Batu Batako Dan Bata Merah Terbaru 3. Pekerjaan Pembesian per Kg Langkah selanjutnya adalah Anda perlu mengetahui analisa harga satuan pekerjaan pembesian per kg. Berikut ini dapat Anda lihat pada tabel di bawah ini. Keterangan Koef. Satuan Harga satuan Rp Jumlah Rp Material Besi Beton 1,050 kg Kawat Beton 0,0150 m3 329,61 Jenis Pekerja Pekerja 0,0070 OH 829,54 Mandor 0,0004 OH 59,91 Tukang Besi 0,0070 OH Kepala Tukang 0,0070 OH 110,33 Total Berdasarkan tabel perhitungan tersebut total harga satuan dalam pekerjaan pembesian per kg sebesar 4. Pekerjaan Bekisting Kolom per m2 Keterangan Koef. Satuan Harga satuan Rp Jumlah Rp Material Kayu Bekisting 0,0400 kg Paku 0,400 m3 Minyak Bekisting 0,2000 L 400,00 Plywood tebal 9mm 0,3500 lbr Dolken Kayu Galam Diameter 8-1 2,000 btg Jenis Pekerja Pekerja 0,6600 OH Mandor 0,0330 OH Tukang 0,3300 OH Kepala Tukang 0,3300 OH Total Berdasarkan tabel perhitungan tersebut total harga satuan dalam pekerjaan bekisting kolom per m2 sebesar 5. Rencana Anggaran Biaya Kolom 15/15 cm Setelah mengetahui volume kolom praktis 15/15 cm beserta harga satuan pekerjaannya, langkah selanjutnya yaitu menghitung rencana anggaran biaya kolom 15/15 cm. Berikut ini merupakan harga satuan pekerjaan beton bertulang dengan spesi beton campuran 123 per m3 berdasarkan acuan dari SNI. Keterangan Koef. Satuan Harga satuan Rp Jumlah Rp Pekerjaan Beton 1 m3 Pekerjaan Tulangan Besi/Pembesian 223,4074 kg Bekisting Kolom 6,7507 m2 Total Berdasarkan tabel tersebut dapat diketahui harga satuan pekerjaan beton bertulang spesi beton campuran 123 per m3 sebesar Sehingga dapat dihitung rencana anggaran biaya RAB yang dikeluarkan apabila menggunakan 19 buah kolom praktis, yaitu RAB = Volume kolom praktis 15/15 x Harga satuan pekerjaan per m3 = 1,62 m3 x = Jadi dapat anda ketahui, RAB yang dikeluarkan apabila menggunakan 19 buah kolom praktis sebesar Kesimpulan Demikian informasi mengenai kolom yang digunakan pada bangunan sederhana serta cara menghitung rencana anggaran biaya kolom praktis. Semoga artikel Analisa Harga Satuan Kolom ini dapat membantu anda dalam mencari referensi seputar kolom praktis untuk bangunan. Terima kasih telah membaca. ZdWC.